“Ahhh.. para ikhwan itu egois! Mereka sama sekali tak mengindahkan petuah kami, para akhwat. Mereka menganggap kami pesimis dengan semua pertimbangan bijak yang kami buat. Tapi pada akhirnya mereka tersadar, bahwa keoptimisan mereka tidak realistis. Apa yang kami sarankan ternyata benar. Apa yang kami cemaskan ternyata terjadi. Mereka menyesal. Tapi juga tak merasa bersalah lantaran sudah mengabaikan nasihat kami.”
Sebuah prosa kekesalan akhwat terhadap ikhwan ini benar-benar kubaca dari kedip mata mereka. Akhwat. Meski seolah diam, tapi mereka memendam. Meski seolah tak peduli, tapi mereka berpikir. Meski tampak tenang, tapi mereka khawatir. Cinta lah yang membuat mereka begini. Cinta yang insyaAllah karena Allah.
Akhi, tolong, bermuhasabahlah tentang apa yang telah terjadi. Jangan terus kau posisikan dirimu di atas langit sebagai makhluk yang paling benar. Istighfar akhi… Istighfar….


0 comments:
Post a Comment